I'm watching you, I'll be your paparazzi
a student of architecture whose favorite things are crafting, ribbon, pink, flowers, cooking, scenery, travelstory, nikon, blogwalking, and cute animals. learning how to be a kaffaah shalihah with the way of Salaf us-Saalih :)
paparazzi
when photoshop tells hundred lies
Sepertinya sayap baru saja terkembang. Rajutan bulu-bulu baru terjalin. Putih bersih tanpa cela. Keberanian bertahap terpupuk sedari lama bergumul dalam pundi-pundi. Hampir tiba waktunya untuk terbang. Mungkin suatu saat akan mendarat di pulau sana. Gemerisik daun di ujung sana seakan meyakinkannya untuk terbang, lebih cepat, lebih tinggi. Menjauh dari hiruk pikuk dan gemerlap lampu kota. Lebih tinggi dan akan kembali, dengan pundi-pundi yang lebih besar. Kembali di saat sayapnya mulai rapuh dan patah. Goresan-goresan yang memamerkan cambuk apa saja yang melucuti sayapnya. Kembali di saat kantung pundi-pundi itu bercengkrama pada alam sekitar.
**
rain falls hits the window, bring dust on the rooftop outside. but, we hit the cafe, sitting across silently. warm gaze you gave me that day, soft touch of you fingers clutching mine. they crocked up my mind. 

the day I broke my heels, teary eyed was coming pretty fast. soon from my both brown eyes, they’d heat up clearly. without warning on the summer traffic your lifted me up on your back. heated up my life.

*those days we’re still together, I keep ‘em like a treasure. as valuable as whose heart you sent me, planted in me, and they crocked me up.

*the moment you said goodbye, I captured it for whole life. as I shall live the rest time alone with life you’d brought to me, and it crocked up me up.

our last summer days. we bravely celebrated it in white pajamas. last kiss on my wheelchair. soft lips I won’t forget. been trying to comprehend, soon it’d be goodbye our goodbye. it disturbed my nights.

time won’t let you bring me on your shoulder even more and more. unless stars stolen your key of drunken night. mercilessly phone ring breaking nice dream of mine. know I’ve been losing you.

*those days we’re still together, I keep ‘em like a treasure. as valuable as whose heart you sent me, planted in me, and they crocked me up.

*the moment you said goodbye, I captured it for whole life. as I shall live the rest time alone with life you’d brought to me, and it crocked up me up.

**
I opened up my eyes, knew you won’t be there to hug me. useless consciousness I scream in my heart. thought I heard your whisper, tore up those transplant script. 

*those days we’re still together, I keep ‘em like a treasure. as valuable as whose heart you sent me, planted in me, and they crocked me up.

*the moment you said goodbye, I captured it for whole life. as I shall live the rest time alone with life you’d brought to me, and it crocked up me up.

~~~

-never been sung-
Everybody loves to go to the heaven, yet noone likes to die. 
my happiness recipe, so what’s yours?
Sebuah nama yang seringkali bergema dalam benak, di mana qalbu selalu mempertanyakannya. Tidak panjang dan juga tidak pendek. Potongan kosakata yang tersimpan rapat dalam doa. 
Catching a shadow, such a silly game, yet I’m still trying to. Will the light accompany to play it me another time? 
Malam-malam yang dingin telah lewat. Tapi aku masih bertanya jawab dengan diri sendiri. Monolog berkelanjutan di dalam pikiran sendiri. Gemerisik angin dingin di pagi hari itu membelai jilbabku di ujung lutut. Hangatnya sinar matahari menggelitik kelopak mata di balik kacamataku. Sepertinya aku baru saja ditegur pada malam-malam sebelumnya untuk segera mengambil keputusan. Tidak berat sebelah, tapi juga harus tegas. Relakan melepas untuk menebar lebih banyak manfaat. Seperti dandelion, melepaskan keindahannya untuk menciptakan banyak keindahan di tempat lainnya. Dia tidak pernah menggertak angin, karena angin bukan menghilangkan kecantikkannya. Namun, membawa kecantikkannya untuk dinikmati makhluk lainnya. Hasbiy Allaahu laa ilaaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa robbul’arsyil ‘adhiim. Bismillaah…
Bayangan yang malu-malu
Berdiri di sisi seberang
Sederhana dan cerdas

Dan aku mengenalnya

Hanya sedikit mengenalnya
Dalam segala kesederhanaannya
Mungkin aku harus belajar darinya
Dari kata-katanya
Dan dari akhlaknya



Tidak berkuda putih
Tidak juga bermahkota
Sederhana dan apa adanya
Tapi memiliki ‘halo’
Sebagai pengganti mahkota
Dan sayap yang membawanya terbang
Jauh melintasi banyak benua ilmu
Tidak sempurna
Tapi sederhana dan manis
Dia menawarkan sedikit waktu
Waktu yang semakin tergerus
Segenggam pasir yang menipis oleh angin
Sedikit waktu untuk mengenalnya
Iya, tinggal sedikit lagi
Bayangan malu-malu itu
Semoga bahagia
Dengan kesederhanaannya
Penuh dengan kesederhanaan yang manis :)
Sekarang semua dimulai dari nol (lagi) yaaa... ( ‘^’)9
Ketika penat dengan buatan manusia, cobalah menjelajah tempat yang baru yang belum pernah kita datangi. Mencari lukisan alam, lukisanNya. Matikan gadget kita dan nikmati lukisan di depan kita, biarkan dia bergerak dan bercerita. Pasang telinga dan pahami nyanyian alam untuk kita. :)
Mother is the first and the best role model for her children. And home is the best place to learn the lessons of life.
tags → #mother #muslimah 
助けてください!
とにかく、これは私が今感じるものです。空虚はありがたくない魂を通して成長しています。ゆっくりと確実に信仰を食べている。助けて、知っているよ私たちはと話すべきか···
الله عز وجل.
 
とき私は完全に الله عز وجل に降伏することができますか? نَفْس はそれぞれの要塞をくすぐる。知っている悪魔が勝利した場合。この国では十分ではない悲劇、そこの兄弟手がかりになる?信仰の人ではない。
tags → #muhasabah