I'm watching you, I'll be your paparazzi
a student of architecture whose favorite things are crafting, ribbon, pink, flowers, cooking, scenery, travelstory, nikon, blogwalking, and cute animals. learning how to be a kaffaah shalihah with the way of Salaf us-Saalih :)
paparazzi
when photoshop tells hundred lies

I dare you to break my heart

Did I ever mention to you about my unsung hero? 

No one else but my parents

Did I ever tell you about my first love?

No one could replace my dad

Did I ever bluntly say what kind of man I’d fall for?

I cannot even claim any preference

Such answers I cannot fake them

And see how foolish I am

Read More

Dari Ummu Salamah radhiallaahu ‘anha, do’a yang paling sering dibaca oleh Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam adalah: 

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu
(HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim dishahihkan oleh Adz Dzahabi)
tags → #doa #dzikir #muslim 
Al Imam Abdurrahman bin ‘Amr al-Auza’i rahimahullaahu ta’ala berkata:
“Sabarkan dirimu di atas sunnah, dan berhntilah di mana kaum itu (para Salaf) berhenti, berkatalah dengan apa yang mereka katakan dan tahanlah diri dari perkara yang mereka menahan diri darinya, serta tempuhlah jalan pendahulumu yang shalih karena sesungguhnya cukup bagimu apa yang telah cukup bagi mereka.”
(Asy Syari’ah, karya Imam al-Ajurri, hal. 58)
 
Beliau pun berkata:
“Wajib atas kamu untuk menempuh atsar generasi Salaf, walaupun manusia menolakmu dan hati-hatilah kamu terhadap pemikiran manusia, walaupun mereka menghiasinya untukmu dengan perkataan indah.”
(Asy Syari’ah, karya Imam al-Ajurri, hal. 63)

Dari Ummu Salamah radhiallaahu ‘anha, do’a yang paling sering dibaca oleh Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam adalah: 
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu
(HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim dishahihkan oleh Adz Dzahabi)
tags → #doa #dzikir #muslim 
Sayyidul Istighfar
 
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam mengatakan, “Sesungguhnya Istighfar paling baik bagi seorang hamba adalah mengucapkan:
 
'للَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ'
 
'Ya Allaah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku padaMu (menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan) semampuku dan aku yakin akan janjiMu (pahala). Aku berlindung kepadaMu dari kejelekkan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.'
 
Barang siapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barang siapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga.”
 
(HR. Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad IV/122-125, dan an-Nasa-i VIII/279-280)
Diambil dari buku Do’a dan Wirid oleh ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzahullaahu ta’ala penerbit Pustaka Imam Syafi’i.
حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ… تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ 
Allaah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung. (dibaca 7x) 

HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu’ (sampai pada Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasalam), Abu Dawud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376), diambil dari Dzikir Pagi Petang dari Syaikh Sa’id bin ‘Ali Wahf Al-Qahthani.
 
*dzikir pagi favorit* 
Secret to Happiness and Success for Saalihah
tags → #muslimah #hijab #islam 
Sepertinya sayap baru saja terkembang. Rajutan bulu-bulu baru terjalin. Putih bersih tanpa cela. Keberanian bertahap terpupuk sedari lama bergumul dalam pundi-pundi. Hampir tiba waktunya untuk terbang. Mungkin suatu saat akan mendarat di pulau sana. Gemerisik daun di ujung sana seakan meyakinkannya untuk terbang, lebih cepat, lebih tinggi. Menjauh dari hiruk pikuk dan gemerlap lampu kota. Lebih tinggi dan akan kembali, dengan pundi-pundi yang lebih besar. Kembali di saat sayapnya mulai rapuh dan patah. Goresan-goresan yang memamerkan cambuk apa saja yang melucuti sayapnya. Kembali di saat kantung pundi-pundi itu bercengkrama pada alam sekitar.
**
rain falls hits the window, bring dust on the rooftop outside. but, we hit the cafe, sitting across silently. warm gaze you gave me that day, soft touch of you fingers clutching mine. they crocked up my mind. 

the day I broke my heels, teary eyed was coming pretty fast. soon from my both brown eyes, they’d heat up clearly. without warning on the summer traffic your lifted me up on your back. heated up my life.

*those days we’re still together, I keep ‘em like a treasure. as valuable as whose heart you sent me, planted in me, and they crocked me up.

*the moment you said goodbye, I captured it for whole life. as I shall live the rest time alone with life you’d brought to me, and it crocked up me up.

our last summer days. we bravely celebrated it in white pajamas. last kiss on my wheelchair. soft lips I won’t forget. been trying to comprehend, soon it’d be goodbye our goodbye. it disturbed my nights.

time won’t let you bring me on your shoulder even more and more. unless stars stolen your key of drunken night. mercilessly phone ring breaking nice dream of mine. know I’ve been losing you.

*those days we’re still together, I keep ‘em like a treasure. as valuable as whose heart you sent me, planted in me, and they crocked me up.

*the moment you said goodbye, I captured it for whole life. as I shall live the rest time alone with life you’d brought to me, and it crocked up me up.

**
I opened up my eyes, knew you won’t be there to hug me. useless consciousness I scream in my heart. thought I heard your whisper, tore up those transplant script. 

*those days we’re still together, I keep ‘em like a treasure. as valuable as whose heart you sent me, planted in me, and they crocked me up.

*the moment you said goodbye, I captured it for whole life. as I shall live the rest time alone with life you’d brought to me, and it crocked up me up.

~~~

-never been sung-
Everybody loves to go to the heaven, yet noone likes to die. 
my happiness recipe, so what’s yours?
Sebuah nama yang seringkali bergema dalam benak, di mana qalbu selalu mempertanyakannya. Tidak panjang dan juga tidak pendek. Potongan kosakata yang tersimpan rapat dalam doa.